Senin, 26 Maret 2018

Cara Mengatasi Maag Yang Ampuh Dan Mujarab

0 komentar
Ada beragam cara mengatasi maag yang tepat, baik dengan cara memperbaiki pola makan dan gaya hidup, obat-obatan medis, hingga tindakan operasi. Yuk, simak ulasannya berikut ini.
Maag adalah gejala tidak nyaman yang dirasakan pada perut yang umumnya disebabkan oleh dispepsia, gastritis, atau tukak lambung. Cara mengatasi maag yang ampuh dan aman tergantung pada penyebabnya. Jika tidak ada penyebab yang spesifik, maka pengobatan akan fokus pada mengatasi gejalanya dengan obat-obatan .

Umumnya, dispepsia, gastritis, dan juga tukak lambung disebabkan oleh pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat. Kebiasaan mengonsumsi makanan yang terlalu pedas, alkohol, kopi, dan jamu juga dapat berpengaruh pada munculnya gejala maag. Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh stres dan juga depresi yang akhirnya mengganggu sistem pencernaan Anda. Cara mengatasi maag akibat kondisi-kondisi tersebut bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan medis, perbaikan pola makan dan gaya hidup, serta terapi psikologis.
Cara Mengatasi Maag dengan Obat Medis
Obat untuk mengatasi maag bisa dibeli dengan atau tanpa resep dokter. Obat bebas untuk maag adalah antasida. Jika maag tidak juga membaik dalam dua minggu setelah mengonsumsi obat bebas, segeralah berobat ke dokter. Sedangkan obat resep yang akan diberikan dokter jika Anda mengalami maag adalah obat golongan H2 receptor antagonist (H2RA), proton pump inhibitors (PPI), atau prokinetik. Dokter juga mungkin akan memberikan antibiotik jika dicurigai terdapat infeksi bakteri pada lambung.
  • Antasida
    Ini merupakan obat bebas yang dianjurkan untuk menetralisir asam lambung. Jenis antasida antara lain meliputi kalsium karbonat, aluminum hidroksida, magnesium hidroksida, simethicone, dan sodium bicarbonate.
  • H2 receptor antagonist (H2RA)
    Ini merupakan kelas obat yang dapat mengurangi produksi asam lambung. Jenis obat yang termasuk golongan H2RA meliputi cimetidine, famotidine, nizatidine, dan ranitidine.
  • Proton pump inhibitors (PPI)
    Ini adalah golongan obat yang efektif mengatasi maag, terutama jika Anda mengalami nyeri ulu hati. Obat golongan PPI juga dapat mengurangi asam lambung. Setidaknya ada lima jenis obat yang termasuk dalam golongan PPI yaitu omeprazole, lansoprazole, rabeprazole, pantoprazole, dan esomeprazole.
  • Antibiotik
    Antibiotik akan diresepkan oleh dokter untuk mengatasi maag yang disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori. Antibiotik bekerja dengan membunuh bakteri tersebut. Jenis obat yang termasuk golongan antibiotik untuk mengatasi maag antara lain adalah amoxicillin, clarithromycin, metronidazole, tetracycline, tinidazole.
  • Obat prokinetik
    Obat ini membantu mengatasi maag dengan cara mempercepat proses pengosongan lambung. Yang termasuk dalam golongan obat ini adalah bethanechol dan metoclopramide.
Mengubah Pola Makan dan Gaya Hidup
Cara mengatasi maag selain menggunakan obat-obatan medis adalah dengan perbaikan pola makan, seperti:
  • Perubahan menu makanan
    Hindari mengonsumsi makanan pedas dan makanan yang mengandung banyak asam, seperti tomat dan jeruk. Hindari juga minuman bersoda, kafein, dan minuman beralkohol, serta makanan pemicu sakit maag seperti cokelat dan mint.
  • Penerapan pola makan yang lebih baik
    Anda disarankan mengonsumsi makanan dalam porsi kecil namun lebih Makanlah dengan pelan-pelan. Biasakan untuk tidak langsung berbaring setelah makan, tunggu setidaknya 2 hingga 3 jam setelah makan.
Menerapkan pola hidup sehat juga perlu dilakukan sebagai cara mengatasi maag, yaitu dengan:
  • Berhenti merokok.
  • Tidak mengonsumsi camilan ketika sudah larut malam.
  • Rajin berolahraga dan mengurangi berat badan jika diperlukan. Namun ingat, jangan berolahraga sesaat setelah makan. Setidaknya tunggu satu jam setelah makan.
  • Menghindari dan mengelola stres.
  • Tidak mengenakan pakaian ketat, karena dapat menekan lambung dan membuat makanan naik ke kerongkongan dan memicu penyakit asam lambung.
  • Hindari mengonsumsi obat-obatan yang bisa menyebabkan sakit maag, seperti obat antiinflamasi non-steroid (OAINS).
Terapi Psikologis untuk Mengatasi Maag
Umumnya dokter akan menganjurkan terapi psikologis atau psikoterapi jika penyebab maag berkaitan dengan masalah psikologis, seperti depresi atau gangguan kecemasan. Jika disebabkan oleh stres, maka dokter akan menganjurkan untuk melakukan meditasi, latihan relaksasi, dan konseling sebagai cara mengatasi maag.
Maag yang tidak kunjung diobati bisa semakin parah dan menjadi tukak lambung. Bahkan, maag bisa menimbulkan komplikasi seperti perdarahan, jaringan parut, kebocoran lambung, bahkan kanker lambung yang dapat mengancam jiwa. Tindakan operasi mungkin diperlukan untuk kondisi komplikasi yang parah.
Anda tetap perlu berkonsultasi ke dokter lebih lanjut untuk mengetahui cara mengatasi maag yang sesuai dengan kondisi penyebabnya. Dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik, ditambah pemeriksaan penunjang seperti endoskopi lambung untuk menentukan penyebab maag.
Anda perlu segera berkonsultasi ke dokter jika maag disertai dengan mual muntah, muntah darah, sulit menelan, kotoran berwarna hitam, hingga penurunan berat badan.
Konsultasi lebih lanjut :
Whatsapp 0852 9451 9365

Read more...

Jumat, 09 Maret 2018

Manfaat Vitamin B Untuk Kesehatan

0 komentar
Vitamin B memegang peranan penting bagi tubuh . Zat ini bisa membantu pertumbuhan , perkembangan serta fungsi tubuh lainnya . Mengingat manfaat vitamin B bagi tubuh , maka anda harus selalu menyertakan zat ini dalam pola makan harian anda .

Ingin tahu apa saja manfaat vitamin B ? ini dia penjelasannya





Jenis-jenis Vitamin B dan manfaatnya

Ada delapan jenis vitamin B dan masing masing memiliki manfaat yang berbeda beda jika di gabungkan , kedelapan zat ini di sebut vitamin B kompleks .

Berikut penjelasan lebih detail mengenai manfaat vitamin B:
  • Vitamin B1 (thiamine)
Selain menjaga sistem saraf Anda tetap sehat, vitamin ini diperlukan dalam mengubah makanan yang Anda konsumsi menjadi energi. Untuk mendapatkan manfaat itu, Anda bisa mengonsumsi makanan kaya vitamin B1 seperti telur, susu, roti dari biji-bijian utuh, daging sapi, buah-buahan segar dan kering, serta sayuran seperti kacang polong. Tiap harinya tubuh Anda membutuhkan asupan vitamin B1 sebanyak 0,8 mg untuk wanita, dan 1 mg untuk pria. Jumlah ini mudah didapatkan dari makanan sehari-hari sehingga biasanya tidak perlu untuk mengonsumsi suplemen.
  • Vitamin B2 (riboflavin)
Ingin menjaga agar kulit dan mata tetap sehat? Cukupi kebutuhan harian vitamin B2 Anda. Dosis konsumsi vitamin B2 harian yang disarankan adalah 1,1 mg untuk wanita, dan 1,3 mg untuk pria. Manfaat vitamin B2 lainnya adalah menjaga sistem saraf agar tetap sehat serta membantu mencerna karbohidrat, protein, dan lemak dalam makanan.
Anda bisa mendapatkan vitamin B2 dari ikan, telur, susu, sayur mayur atau nasi. Namun, jauhkan makanan tersebut dari paparan sinar matahari karena bisa merusak vitamin B2 yang terkandung di dalamnya.
  • Vitamin B3 (niacin)
Vitamin B3 bisa menjaga sistem saraf agar tetap bekerja dengan baik, menjaga kesehatan kulit dan mengubah makanan menjadi energi. Sumber terbaik vitamin B3 bisa ditemukan pada susu,kacang-kacangan,  telur, ikan, dan daging sapi. Kebutuhan harian vitamin B3 adalah 13 mg untuk wanita, dan 17 mg untuk pria.
  • Vitamin B5 (pantothenic acid)
Vitamin B5 membantu pertumbuhan tubuh serta penting dalam produksi hormon. Selain itu, makanan yang Anda makan bisa diubah menjadi energi karena adanya vitamin B5. Vitamin B5 bisa ditemui pada makanan, seperti kentang, daging sapi, tomat, telur, brokoli, daging ayam, dan nasi merah.
  • Vitamin B6 (pyridoxine)
Vitamin ini membantu membentuk hemoglobin yang mengedarkan oksigen dalam darah ke seluruh tubuh. Selain itu, vitamin B6 juga berperan dalam mengubah protein dan karbohidrat dari makanan agar menjadi energi. Saluran pencernaan, otot, dan beberapa bagian dari sistem imunitas pun terjaga dengan adanya vitamin ini di tubuh Anda.
Vitamin B6 bisa didapat dari kacang, susu, kentang, ikan, daging ayam, dan pisang. Dosis konsumsi harian vitamin B6 adalah 1,2 mg untuk wanita, dan 1,4 mg untuk pria.
  • Vitamin B7 (biotin)
Vitamin ini memiliki peran penting dalam memecah lemak dan karbohidrat menjadi asam lemak dan glukosa untuk dijadikan tenaga bagi tubuh. Anda bisa mendapatkan vitamin B7 dengan mengonsumsi pisang, salmon, wortel, sereal, hati dan kembang kol.
  • Vitamin B9 (folic acid)
Bersama vitamin B12, vitamin B9 penting dalam memproduksi sel darah merah yang sehat. Selain itu, vitamin B9 juga bisa membantu sel-sel tubuh dalam pembuatan serta menjaga DNA. Lebih jauh, mengonsumsi vitamin B9 saat hamil bisa menurunkan risiko bayi di dalam kandungan mengalami kecacatan sistem saraf pusat, seperti spina bifida.
Dosis vitamin B9 yang dibutuhkan adalah 0,2 mg per hari. Untuk ibu hamil atau berencana hamil, Anda disarankan mengonsumsi suplemen vitamin B9 sebanyak 0,4 mg per hari. Namun jika ada anggota keluarga yang pernah terkena spina bifida, Anda disarankan untuk mengonsumsi 5 mg tiap harinya. Konsumsi suplemen ini sejak Anda berhenti menggunakan kontrasepsi hingga usia kandungan setidaknya 3 bulan.
Sumber vitamin B9 yang bisa ditemukan pada makanan adalah brokoli, kacang, kacang polong, asparagus, bayam, dan sereal.
  • Vitamin B12 (cobalamin)
Vitamin B12 penting dalam produksi sel darah merah, memproses vitamin B9, mengubah makanan menjadi energi serta menjaga sistem saraf tubuh agar tetap sehat. Anda bisa mendapatkan vitamin B12 dari salmon, daging, susu, keju, dan telur. Dosis yang disarankan untuk orang dewasa adalah 1,5 mcg per hari.
Meski bermanfaat, konsumsi vitamin B harus sesuai dengan takaran harian yang ditentukan, karena konsumsi vitamin B secara berlebihan juga dapat menimbulkan dampak negatif.

Dampak Kekurangan Vitamin B pada Tubuh

Kekurangan vitamin B bisa menyebabkan berbagai kondisi seperti:
  • Penyakit beri-beri.
  • Anemia.
  • Kram otot.
  • Kulit kering.
  • Mati rasa dan kesemutan pada lengan dan kaki.
  • Mudah lelah.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Depresi.
  • Rambut rontok.
  • Melemahnya sistem kekebalan tubuh.
Jika Anda kekurangan vitamin B saat hamil, selain berisiko terhadap kesehatan diri, bayi Anda juga berisiko lahir cacat yang sangat mengganggu masa pertumbuhannya.
Untuk mendapatkan manfaat vitamin B secara maksimal, Anda disarankan menerapkan pola makan dengan gizi seimbang yang mengandung berbagai vitamin dan nutrisi lainnya yang dibutuhkan tubuh.
Terimakasih semoga bermanfaat , Share artikel ini supaya kami makin semangat dan maju memberikan informasi kesehatan :)

Read more...

Kamis, 08 Maret 2018

Benjolan Di Leher Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

0 komentar
Benjolan di leher bisa terasa nyeri , namun bisa juga tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali ketika di pegang . Meski pada umumnya tidak berbahaya , tapi benjolan di leher dapat menandakan gangguan kondisi kesehatan yang serius .

Jika anda memiliki benjolan di leher , baik terasa sakit atau tidak sakit , sebaiknya segera memeriksa diri ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat dan aman .

benjolan di leher bisa jadi tanda penyakit serius - alodokter


Penyebab Benjolan di Leher

Kelenjar getah bening yang membesar adalah penyebab paling umum dari benjolan di leher . Kelenjar getah bening mengandung sel - sel yang membantu tubuh anda melawan infeksi dan menyerang sel-sel ganas (kanker) . Saat anda sakit , kelenjar getah bening anda bisa membesar untuk membantu melawan infeksi .

Pembengkakan kelenjar getah bening biasanya terjadi ketika tubuh mengalami infeksi , antara lain Infeksi tenggorokan , infeksi gigi , campak , TBC , lupus dan sifilis . Benjolan dapat kempis dengan sendirinya ketika kondisi kesehatan anda mulai membaik .

Selain itu , beragam penyebab benjolan di leher lainnya adalah sebagai berikut :

  • Pembengkakan kelenjar tiroid
Kelenjar yang bentuknya mirip kupu - kupu ini berada di leher dan tepat di depan tenggorokan anda . Kelenjar tiroid biasanya tidak terlihat , tapi karena beberapa sebab , kelenjar dapat membengkak dan menimbulkan benjolan di leher yang kerap di sebut gondok . Pembengkakan ini bisa di sebabkan oleh beberapa hal , seperti Kekurangan yodium , kelenjar terlalu atau kurang aktif , dan kanker tiroid .
  • Batu di kelenjar ludah
Bahan kimia yang terdapat dalam air liur terkadang dapat mengendap dan membentuk batu kecil . Batu kecil bisa menyumbat aliran air liur ke dalam mulut anda . Kondisi ini dapat meyebabkan benjolan di leher .
  • Kanker
Sebagian besar benjolan di leher bersifat jinak , Akan tetapi , kemungkinan benjolan leher merupakan keganasan akan semakin besar risiko nya di atas umur 50 tahun . Anda juga berisiko tinggi mengalami benjolan di leher yang bersifat kanker jika menjalani gaya hidup yang tidak sehat , seperti merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol . Selain itu , benjolan di leher juga bisa menjadi pertanda bahwa anda menderita Leukimia , (kanker darah putih) , kanker payudara , limfoma hodgkin , limfoma non hodgkin , serta kanker paru-paru .
  • Skin tag atau pertumbuhan kulit berlebih
Skin tag dapat timbul ketika kulit sering bergesekan dengan kulit di sekitarnya . Hal ini menyebabkan daging kecil berwarna kecokelatan mirip kutil yang di sebut Skin Tag . Kondisi ini umum terjadi , tidak menimbulkan rasa sakit , dan tidak berbahaya . Terkadang , skin tag dapat terpuntir dan putus akibat kehilangan pasokan darah . Siapa saja dapat mengalaminya , terutama penderita Diabetes tipe 2 , obesitas , wanita hamil dan orang tua .

Mengenali Gejala yang Dirasakan

Untuk mengetahui apakah benjolan yang anda memiliki berbahaya atau tidak , anda bisa mengenali benjolan tersebut dengan kriteria sebagai berikut :
  1. Tidak kunjung mengecil hingga lebih dari sebulan
  2. Terlihat terus
  3. Terasa mengeras atau tidak bergerak ketika di sentuh
  4. Diiringi oleh demam , sesak nafas , nyeri dan sulit menelan , penurunan berat badan , peningkatan denyut jantung , suara serak , adanya darah pada air liur , atau perubahan kulit di sekitar benjolan .
Jika anda mengalami benjolan di leher seperti di atas , sebaiknya kunjungi dokter untuk mengetahui penyebab munculnya benjolan tersebut . Beberapa tes yang mungkin akan anda jalani adalah Tes darah , rontgen , USG , MRI serta biopsi .

Pada umumnya benjolan di leher tidak berbahaya . Namun tidak ada salahnya memeriksakan diri ke dokter jika anda kejanggalan pada benjolan tersebut . Deteksi dini bisa mencegah anda dari bahaya benjolan mematikan .

Terimakasih semoga bermanfaat ,

Coments and share artikel ini supaya bermanfaat bagi kita semua . Dan bagi orang yang mengalami penyakit tersebut mudah mudahan di beri kelancaran dan di beri kesehatan yang lebih baik lagi amin .

Yuu untuk konsultasi silahkan Whatsapp aja ya 0852 9451 9365 , Terimakasih

Read more...

Rabu, 28 Februari 2018

Sering Kesemutan? Ini Penyebabnya

0 komentar
Kesemutan yang menimbulkan sensasi seperti kebas atau mati rasa ini bisa terjadi kapanpun, misalnya setelah duduk bersila dalam waktu lama. Penyebab terjadinya kesemutan pun bisa beragam. Kesemutan ada yang bersifat sementara dan ada pula yang sifatnya berkepanjangan
Kesemutan atau dalam istilah medisnya disebut parestesia adalah sensasi geli atau mati rasa yang dibarengi dengan perasaan seperti Anda tertusuk jarum. Hal ini terjadi ketika saraf secara tidak sengaja mendapatkan tekanan sehingga aliran darah pada saraf tidak lancar.
sering kesemutan ini penyebabnya - alodokter
Kesemutan pun ada yang bersifat sementara dan kesemutan berkepanjangan yang dikenal dengan istilah parestesia kronis. Kesemutan juga bisa disebabkan oleh gangguan kesehatan atau penyakit tertentu. Di bawah ini adalah penyebab-penyebab kesemutan sementara dan kronis.

Penyebab Kesemutan Sementara

Tidak hanya terjadi pada lengan atau kaki, kesemutan sementara terjadi ketika ada anggota tubuh yang mengalami tekanan dalam waktu lama. Hal ini membuat pasokan darah ke saraf di daerah itu menjadi terhambat. Anda bisa merasakan kesemutan pada kaki setelah duduk bersila atau memakai sepatu terlalu kecil. Kesemutan pada tangan juga dapat dirasakan, misalnya ketika tidur dengan posisi kepala menindih lengan.
Karena bersifat sementara, kondisi ini bisa mereda dengan sendirinya jika Anda membebaskan area yang kesemutan dari tekanan, seperti meluruskan kaki setelah duduk bersila atau melepaskan tangan yang tertindih. Dengan begitu aliran darah akan kembali lancar.
Penyebab lain adalah penyakit Raynaud. Penyakit ini memengaruhi pasokan darah ke area tertentu pada tubuh, seperti jari-jari tangan dan kaki. Penyakit ini khususnya menyerang saat penderita sedang stres, gelisah, atau berada di ruangan bersuhu dingin.

Penyebab Kesemutan Berkepanjangan

Kesemutan yang terjadi secara berkepanjangan biasanya berhubungan dengan kondisi kesehatan Anda, misalnya akibat menderita penyakit diabetes, gangguan ginjal, penyakit hati, stroke, tumor otak, kanker, ketidakseimbangan hormon, multiple sclerosiscarpal tunnel syndrome, kompresi saraf ulnaris.
Selain itu, obat-obatan yang sedang Anda konsumsi juga bisa memicu kesemutan, misalnya obat-obatan kemoterapi yang digunakan untuk mengatasi kanker payudara dan limfoma, obat anti kejang, antibiotik, dan obat untuk penyakit HIV/AIDS.
Terpapar zat beracun juga bisa menimbulkan kesemutan. Zat-zat beracun terkait, misalnya merkuri, talium, timbal, arsenik, dan beberapa bahan kimia industrial lainnya.
Faktor lain yang menyebabkan kesemutan berkepanjangan adalah malnutrisi akibat pola makan yang buruk, kekurangan vitamin B12, serta akibat mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan

Bagaimana Cara Mengetahui Penyebab Pasti Kesemutan?

Jika Anda sering merasa kesemutan, Anda bisa menanyakan penyebabnya ke dokter. Dokter akan menelusuri riwayat medis dan keluhan, dan melakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang. Beberapa tes penunjang mungkin akan dijalani, seperti tes darah, tes elektromiogram (EMG), pemeriksaan cairan serebrospinal, tes konduksi saraf, MRI, dan biopsi.
Setelah diagnosis ditegakkan, dokter dapat menentukan penanganan untuk kesemutan yang Anda alami. Sebagai contoh, jika kesemutan terjadi karena diabetes, maka dokter akan mengingatkan Anda untuk selalu mengontrol kadar gula darah, memberikan obat untuk menjaga kadar gula darah, dan menerapkan pola makan sehat.
Secara umum, kesemutan bisa diminimalkan dengan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat, misalnya:
  • Rutin berolahraga.
  • Menghindari terpapar racun.
  • Menghindari atau membatasi konsumsi minuman beralkohol.
  • Berenti merokok.
  • Pola makan yang sehat.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Mengobati dan mengontrol penyakit kronis jika ada, seperti diabetes atau penyakit ginjal.
Kebanyakan kasus kesemutan yang terjadi bersifat sementara. Anda disarankan untuk segera mengunjungi dokter jika kesemutan yang Anda alami memburuk, disertai kemunculan ruam, pusing, kejang otot, sering buang air kecil, timbul rasa nyeri di leher, lengan bawah dan jari, tubuh terasa lemah atau tidak bisa bergerak, atau kehilangan kesadaran.
Read more...

Jangan Terkecoh, Ini Cara Membedakan PMS Dan Tanda-Tanda Kehamilan

0 komentar
“Duh, apakah saya sedang mengalami sindrom pra-menstruasi (PMS) atau sedang berbadan dua?” Pertanyaan itu mungkin pernah terlintas di pikiranmu. Ya, memang ada beberapa kemiripan antara tanda-tanda kamu akan mengalami menstruasi dan gejala awal kehamilan. Namun, ada juga perbedaannya. Cari tahu apa saja persamaan dan perbedaannya agar kamu tidak terkecoh dan menduga-duga hal yang belum pasti.
Tidak semua wanita mengalami tanda-tanda PMS atau gejala awal kehamilan seperti yang dituturkan di bawah ini. Efek yang dialami bisa bervariasi pada masing-masing individu. Namun, tanda-tanda berikut bisa menjadi acuan untuk kamu bisa membedakan mana kondisi yang berkaitan dengan PMS dan gejala awal kehamilan.
Jangan Terkecoh, Ini Cara Membedakan PMS dan Tanda-tanda Kehamilan

Kram

PMS: Sehari atau dua hari menjelang hari pertama menstruasi kamu mungkin akan mengalami kram atau dysmenorrheaRasa nyeri dapat berkurang saat kamu menstruasi dan hilang pada hari terakhir haid.
Kehamilan: Jika kamu positif hamil, maka kram yang terjadi mirip seperti kram ringan saat haid, namun lokasinya saja yang berbeda. Kram akibat kehamilan biasanya terasa di bawah perut atau punggung bawah, dan kondisi ini dapat berlangsung lebih lama dari PMS yakni dalam hitungan minggu hingga bulan.

Bercak atau flek darah

PMS: Bercak darah dapat menjadi tanda bahwa kamu akan mendapat haid atau sedang dalam masa PMS. Bercak darah atau flek kecokelatan ini biasanya berlangsung selama satu atau dua hari, dan volumenya hanya setetes atau dua tetes darah. Lalu dilanjutkan dengan perdarahan haid selama sekitar 1 minggu.
Kehamilan: Kamu mungkin dapat melihat ada perdarahan ringan atau seperti bercak berwarna merah muda atau cokelat tua di celana dalammu atau saat buang air kecil. Ya, itu bisa menjadi salah satu tanda kamu telah hamil. Bercak darah tersebut biasanya terjadi pada kehamilan usia 7-10 hari. Hal ini terjadi karena janin dalam pada dinding rahim guna proses pertumbuhan setelah pembuahan terjadi. Flek ini biasanya hanya terjadi dalam beberapa hari saja. Durasinya lebih pendek dari masa menstruasi, dan perdarahan tidak sampai memenuhi pembalutmu.

Nyeri payudara

PMS: Rasa nyeri disertai pembengkakan pada payudara akan terjadi saat kamu mengalami PMS, tepatnya selama paruh kedua siklus menstruasimu. Rasa nyeri bisa tertahankan, namun ada juga yang sangat menyakitkan. Rasa ini dapat terasa sangat menyakitkan sesaat sebelum menstruasi.
Kehamilan: Jika rasa nyeri ini berhubungan dengan kehamilan, maka rasanya akan lebih sakit dari yang biasa kamu alami saat PMS. Terlebih saat memasuki usia kehamilan sekitar setengah bulan. Payudaranya mungkin akan menjadi sangat sensitif, nyeri saat tersentuh, atau terlihat lebih berisi.
Warna kulit di area puting juga mungkin bisa menjadi lebih gelap. Biasanya ini dapat terjadi saat kehamilanmu menginjak usia sekitar dua bulan.

Nafsu makan meningkat

PMS: Saat PMS kamu mungkin akan menyadari bahwa nafsu makanmu pada makanan tertentu lebih meningkat, seperti ingin melahap jenis makanan yang asin, manis, dan berkarbohidrat. Bisa dikatakan kamu mungkin lebih rakus dari biasanya.
Kehamilan: Sama seperti PMS, kehamilan juga bisa membuatmu ingin menyantap beberapa jenis makanan tertentu atau bahkan mengonsumsi hal-hal yang aneh. Namun bedanya, indera perasamu juga mungkin bisa lebih sensitif pada makanan, sehingga kamu enggan memakannya. Padahal, saat sebelum hamil kamu mungkin sering mengonsumsi makanan tersebut.

Mudah lelah

PMS: Rasa lelah sepertinya bisa terjadi karena meningkatnya hormon estrogen dan progesteron yang dibutuhkan untuk menyiapkan tubuh menghadapi menstruasi.
Kehamilan: Perubahan hormon yang terjadi saat hamil juga bisa membuatmu mengalami kelelahan.
Jika kamu mengalami kondisi yang telah disebutkan di atas dan sedang dalam proses merencanakan kehamilan, kamu bisa melakukan uji test pack atau memeriksakan diri ke dokter kandungan. Hal ini untuk memastikan apakah kamu hanya mengalami PMS atau memang telah hamil.
Read more...

Resiko Mengkonsumsi Obat Bebas

0 komentar

Risiko Mengonsumsi Obat Bebas

Selain mengandung risiko , obat bebas belum tentu sesuai untuk menyembuhkan penyakit anda . Bahaya obat bebas atau obat tanpa legalitas dapat membawa risiko dan menimbulkan beberapa efek saping pada kesehatan anda , seperti terlalu banyak mengonsumsi obat paracetamol dapat menyembabkan kerusakan hati , menyebabkan pusing , diare , nyeri perut , adanya risiko interaksi obat , dan risiko overdosis .

Obat tanpa resep dokter atau obat bebas dapat di beli secara bebas di warung atau apotek . Obat ini aman dan efektif saat anda mengikuti petunjuk yang ada pada label dan arahan dari apoteker . Umumnya obat ini di konsumsi untuk menangani gejala ringan yang di anggap tidak membutuhkan konsultasi kepada dokter , seperti untuk mengurangi rasa sakit , nyeri , gatal , sakit gigi , dan sakit kepala .

Risiko Mengonsumsi Obat Bebas-Alodokter

Risiko penggunaan obat bebas 

Sebagian orang sering menggunakan obat-obatan yang dijual bebas tanpa mencari tahu penyebab penyakitnya dengan memeriksakan diri ke dokter. Padahal dengan mengonsumsi obat-obatan jenis ini dapat membahayakan kesehatan, terutama jika tidak dikonsumsi sesuai takaran yang tepat atau dikonsumsi dalam jangka panjang.
Berikut adalah beberapa risiko dan kontraindikasi dari mengonsumsi obat bebas, di antaranya:
  • Obat yang cukup umum seperti paracetamol digunakan untuk pereda nyeri dan demam. Terlalu banyak mengonsumsi obat ini dapat menyebabkan keracunan dan kerusakan organ hati.
  • Menggabungkan obat paracetamol dan dekongestan phenylephrine (PE) dapat menyebabkan efek samping yang serius, yakni meningkatkan kadar PE di dalam darah empat kali lipat. Peningkatan kadar PE dapat menyebabkan pusing, insomnia, dan tingginya tekanan darah.
  • Aspirin yang dijual bebas di pasaran juga dapat berinteraksi buruk dengan beberapa macam obat, seperti obat pengencer darah, antibiotik, dan kelompok obat antiinflamasi non steroid (OAINS).
  • Obat antihistamin yang dikonsumsi terlalu banyak juga dapat menyebabkan kejang dan timbulnya kelainan pada detak jantung Anda.
  • Bahaya obat bebas lainnya yaitu dapat menyebabkan reaksi efek samping interaksi obat atau makanan dan sangat berbahaya, terlebih jika dosis yang diminum berlebihan dari anjuran yang tertera di label.
  • Penderita tekanan darah tinggi perlu menghindari konsumsi dekongestan dan obat yang tinggi kandungan sodium.
  • Tidak semua obat tepat diberikan untuk balita, seperti ibuprofen yang tidak boleh diberikan pada bayi yang berusia kurang dari enam bulan.
  • Tubuh lansia memroses obat dengan cara berbeda dibandingkan kelompok orang yang lebih muda. Selain itu, efek samping dan interaksi obat kerap berisiko terjadi karena lansia kerap mengonsumsi beberapa obat-obatan lain di saat bersamaan.
  • Obat dalam dosis aman yang dikonsumsi ibu hamil bisa jadi berbahaya bagi janin. Misalnya, konsumsi aspirin dapat meningkatkan risiko keguguran,  gangguan pada pembekuan darah, menghambat pertumbuhan janin, dan memperpanjang proses melahirkan.
  • Obat apapun termasuk obat bebas tidak dapat dikonsumsi jika seseorang memiliki alergi terhadap obat tersebut.
Jika Anda sedang mengonsumsi obat dengan resep dokter, tanyakan terlebih dahulu pada dokter jika Anda berencana mengonsumsi obat bebas. Hal ini dimaksudkan agar tidak menimbulkan interaksi obat atau kontraindikasi yang serius.
Akibat Overdosis Penggunaan Obat Bebas
Bahaya obat bebas bisa muncul jika dikonsumsi melebihi takaran yang disarankan, dan dapat membuat Anda berisiko mengalami gejala atau bahkan penyakit tertentu. Jenis efek samping yang diakibatkan dapat berbeda sesuai dengan jenis obat yang dikonsumsi. Berikut ini adalah beberapa risiko penyakit akibat konsumsi obat berlebihan:
  • Hepatotoksik, yaitu kerusakan hati akibat bahan kimia yang terkandung dalam obat-obatan.
  • Iritasi sistem pencernaan sehingga bisa sakit perut, mual, muntah-muntah atau diare.
  • Perubahan suhu tubuh, tekanan darah, denyut nadi, dan detak jantung.
  • Nyeri pada dada dan sesak napas akibat gangguan pada paru dan jantung.
  • Kebingungan.
  • Kulit menjadi panas dan kering, atau sebaliknya, dingin dan lembap.
  • Muncul darah pada tinja saat buang air besar.
  • Koma.
  • Sesak napas.
  • Meninggal dunia.
Panduan Mengonsumsi Obat Bebas
Tidak sedikit orang meninggal karena mengonsumsi obat-obatan bebas seperti paracetamol dalam dosis berlebihan. Beberapa hal ini perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi obat bebas, yaitu:
  • Selalu baca labelBaca dan ikuti informasi dosis pada label petunjuk penggunaan tiap kali akan mengonsumsi obat. Dosis tersebut sudah disesuaikan untuk mendatangkan manfaat dengan efek samping yang minimal. Jika melebihi dosis, obat malah akan membawa dampak buruk pada tubuh Anda.
  • Sesuai alat takarKenali perbedaan dan patuhi takaran yang tertera seperti 1 sendok makan, 1 sendok teh, satu tablet/pil, atau milimeter. Satu sendok teh setara dengan 5 ml. Beberapa obat menyertakan alat takar dalam kemasan obat (sendok, alat tetes, atau cangkir kecil). Hindari menebak-nebak dengan menggunakan takaran lain.
  • Jenis obat dan dosis untuk kelompok usia yang berbedaBeberapa produsen obat menyediakan beragam varian dengan merek sama, contohnya obat batuk X untuk dewasa dan obat batuk X untuk anak. Tiap varian diperuntukkan bagi usia yang berbeda. Masing-masing mengandung formula yang berbeda. Pada jenis yang berbeda, dosis yang tertera di petunjuk pemakaian biasanya dibedakan untuk kelompok-kelompok usia tersebut, yaitu dewasa, anak, dan balita. Konsumsi atau berikan obat sesuai takaran yang tepat. Misalnya, dosis paracetamol untuk dewasa adalah 500 miligram hingga 1 gram tiap 4 hingga 6 jam, dengan maksimal konsumsi 4 gram per 24 jam. Sedangkan pada anak-anak usia 4 sampai 6 tahun, dosis maksimal adalah 4 kali 240 miligram per 24 jam. Hindari memberikan obat bebas kepada balita berusia di bawah setahun tanpa menanyakan kepada dokter anak.
Sebelum mengonsumsi setiap obat bebas, cari tahu merek dari obat bebas tersebut, apa kegunaannya, bacalah label dan petunjuk penggunaan obat, bahan aktif yang terkandung pada obat tersebut, dan peringatan dari penggunaan obat bebas yang akan Anda konsumsi. Penggunaan obat bebas pada ibu hamil perlu dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
Jika Anda ragu untuk mengonsumsi obat bebas yang dijual di pasaran, ada baiknya Anda konsultasikan pada dokter terlebih dahulu. Bahaya obat bebas bisa muncul jika Anda tidak mengonsumsinya sesuai petunjuk yang tersedia.
Read more...
 
Anggiherbal © 2017